Hargailah Cinta dan Kasih Sayang, karena Keduanya Selalu Menyertai Kehidupan Kita

Senin, 16 September 2013

Menumbuhkembangkan Jiwa Entrepreneurship Mulai Dari Kehidupan Di Kampus

             Sebelum saya masuk ke pembahasan mengenai topik yang akan dibicarakan, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan entrepreneurship. Kata “entrepreneurship” yang di Indonesiakan menjadi “Kewirausahaan”              berasal dari kata Perancis “entreprende” yang berarti berusaha. (http://ekonomitambah.blogspot.com/2012/01/pengertian-entrepreneurship.html)

        Jiwa entrepreneurship dapat ditumbuhkembangkan dimulai dari kehidupan di kampus. Misalnya dengan menjadi agen-agen dari majalah terkenal seperti Sophie Paris, Zeintin dan lain-lain. Bisa juga dengan hasil kerja tangan kita sendiri yang dibuat semenarik mungkin agar teman-teman kita bisa tertarik untuk memilikinya. Di situlah kita bisa mulai membangun jiwa entrepreneurship dalam diri kita.

        Ada kalanya orang berpikir bahwa menjadi wirausaha muda di lingkungan kampus dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi dan tujuan seorang mahasiswa dalam perkuliahannya. Apalagi jika usaha yang dijalankan bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Hal ini bisa mengubah arah tujuan mahasiswa dari “kuliah untuk mendapatkan ilmu dan gelar” menjadi “kuliah hanya untuk mendapatkan gelar”. Tidak dapat dipungkiri lagi, karena hal itu sepertinya sudah biasa kita lihat.

        Di dunia ini, semua orang tentu ingin sukses dalam kehidupannya. Apalagi dalam usia yang muda. Menurut saya, jiwa enterpreneurship bila dimiliki mulai dari kehidupan di kampus bukanlah sesuatu yang salah. Asal kita bisa menyesuaikan waktunya saja. Bukan salah jika kita memanfaatkan waktu-waktu luang untuk melakukan sesuatu yang mendatangkan hasil yang menguntungkan.

        Kita jangan lihat ke arah negatif daripada jiwa entrepreneurship, yang mestinya kita lihat adalah bagaimana dengan jiwa enterpreneurship kita memperoleh banyak manfaat darinya. Dengan jiwa entrepreneurship seorang mahasiswa, biaya-biaya yang diperlukan selama kuliah dapat terbantukan. Hal ini juga dapat meringankan beban orang tua dalam menyanggupi kehidupan perkuliahan kita. Apalagi jika mahasiswa tersebut hanya berstatuskan seorang anak kos. Pasti butuh biaya yang besar tiap bulannya dari orang tuanya kepadanya.

        Siapa yang tidak senang menjadi seorang jutawan muda ? Semua orang pasti menginginkannya. Apalagi di zaman seperti sekarang, tidak ada lagi manusia yang ingin hidup susah. Segalanya menjadi semakin menarik, tetapi untuk memperolehnya butuh usaha yang besar. Misalnya saja kebutuhan akan pakaian dan sepatu yang dibutuhkan mahasiswa. Kita tidak dapat menyalahkan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk yang konsumtif, artinya bahwa dia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Bila sepatu anda sudah termakan zaman, muncul sepatu-sepatu dengan model terbaru. Tentu anda sudah enggan untuk memakainya dan menginginkan untuk memiliki sepatu yang baru.

        Kita sudah menyaksikan bahwa orang-orang yang sukses banyak yang datang dari kalangan pengusaha. Apa salahnya menjadikan kehidupan kampus sebagai tempat menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship. Menurut saya hal itu adalah pilihan yang baik.

Oleh: Tri Dewi Julianti

Cara Pembuatan Ikan Kayu

1.         Penyediaan Bahan Mentah
        Dalam pengolahan ini digunakan bahan mentah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang sangat segar mutunya dan dapat berupaya ikan segar (iced fish) atau ikan beku (Frozen fish). Ikan mula-mula disortir menurut jenis, ukuran dan kesegarannya. Khususnya untuk bahan mentah beku, sebelumnya perlu dilelehkan (thawing) terlebih dahulu dalam bak-bak dengan air mengalir sampai titik pusat mencapai suhu 0°C.

2.        Penyiangan
        Ikan mula-mula dipotong kepalanya. kemudian dinding perutnya dibelah hingga keanus. selanjutnya isi perutnya dikeluarkan dan kemudian difillet dalam bentuk loin. Untuk ikan cakalang yang beratnya kurang dari 2,25 Kg difillet menjadi 2 loin untuk diolah menjadi "Kame-Bushi". Sedangkan ikan cakalang yang beratnya lebih dad 2.25 Kg/ekor difillet menjadi 4 loin untuk diolah menjadi 'HonBushi': Khususnya untuk "Hon-Bushi, dipisahkan lagi menjadi macam loin, yaitu loin bagian punggung disebut male bushi dan loin bagian perut disebut female-Bushi.

3.        Perebusan
        Loin selanjutnya diaturi/diletakkan di atas tray-tray perebus dan jangan sampai menempel satu dengan lainnya. Hon-Bushi ditekan di atas tray dengan bagian daging (potonganl menghadap kebawah (kepermukaan tray). Sedangkan KameBushi diletakkan dengan bagian kulit menghadap kebawah. Beberapa tray yang telah diisi loin kemudian disusun/ditumpuk sedemikian rupa sehingga loin tidak tergencet (rusak fisik). kemudian direbus dalam air selama 60 - 80 menit (untuk ikan berukuran besar atau 40 - 50 menit (untuk ikan berukuran kecil) pada suhu 80 - 85°C (untuk ikan yang mutunva segar sekali) atau 90 - 95°C (untuk ikan yang mutunya kurang segar). Perebusan pada suhu 100°C dapat menyebabkan daging menjadi retak (terutama pada Ikan yang segar sekali). dimana hal ini tidak dikehendaki dalam pembuatan ikan kayu. Sedangkan untuk perebusan. paling baik apabila digunakan air tawar (soft water).

4.        Pembuangan Tulang- tulang kecil
        Selesai perebusan. kemudian tray bersama dengan loinnya diangkat bak perebusan, selanjutnya didinginkan pada suhu kamar atau di dalam air. Selama pendinginan ini. tulang-tulang kecil yang terdapat pada setiap loin diambil dengan bantuan pinset. sedangkan lemak yang terpadat pada permukaan daging harus dibersihkan dengan pencucian yang hati-hati. Di samping itu. khususnya untuk Kame-Bushi dan Female-Bushi (Hon-Bushi), 2/3 bagian kulit dari kepala harus dihilangkan (atau 1/3 bagian kulit dari ekor harus disisakan). Hal ini dimaksudkan agar bagian ujung ekor dari loin tidak melengkung selama proses pengeringan pengasapan.

5.        Pengeringan dan Pengasapan Tahap Pertama
        Loin yang telah dibersihkan dari tulang dan lemak tersebut kemudian diatur/ diletakkan di atas tray-tray pengasapan dengan bagian dagingnya menghaciap bawah. Setelah itu tray-tray yang telah diisi loin ini kemudian dimasukkan kedalam lemari/ruangan pengasapan, dimana kapasitas dari lemari asap ini dapat diisi 6 atau 7 tray sekaligus. Jarak dari tray terbawah sampai permukaan sumber api kira-kira 1,5 - 2 m. Sedangkan sebagai sumber api; asap dapat digunakan sabut dan batok kelapa. Pengasapan dilakukan dan diteruskan sampai permukaan loin berwarna kekuningan atau coklat kekuningan, dimana dengan keadaan ini dianggap telah cukup untuk mencegah terjadinya pelendiran. Waktu yang diperlukan untuk pengeringan/pengasapan ini adalah antara 50 - 60 menit pada suhu sekitar 85°C. selama proses pengeringan/pengasapan ini tray harus dipindah-pindahkan posisinya agar diperoleh kondisi pengasapan/pengeringan yang seragam untuk setiap loin.

6.        Penambalan
        Setelah pengeringan/pengasapan tahap pertama. kemudian beberapa bagian daging yang retak/pecah ditambal dengan pasta daging dari jenis ikan bersangkutan, dengan bantuan spatula bambu atau alat lainnya, agar nantinya permukaan produk benar-benar rata dan halus. Agar kondisi penambalan baik sekali. maka bagian yang ditambal dapat dibungkus dengan kertas tipis berkwalitas tinggi (misalnya : kertas minyak) dan dibuka kembali setelah kondisi penambahan telah menjadi kuat sekali.

7.        Pengeringan/Pengasapan Tahap Kedua
        Pengeringan, pengasapan tahap kedua ini dilakukan pada suhu 80 - 85°C selama 1 jam, dan setelah itu produk didinginkan pada suhu kamar sampai keesokan harinya. Selanjutnya fillet dikeringkan/diasapi untuk ketiga kalinya dan kemudian didinginkan sampai keesokan harinya lagi. Pengeringan ini harus diulangi lagi kira-kira 7 - 15 kali sampai fillet benar-benar menjadi keras.
        Untuk Kame-Bushi pengeringan/pengasapan dilakukan kira-kira 7 - 8 kali dan untuk Hon-Bushi dapat sampai 12 - 15 kali terhitung sejak pengeringan ketiga. Untuk mendapatkan mutu dan rasa produk yang baik, maka suhu pengeringan/ pengasapan harus diturunkan hingga sekitar 77 - 80°C. Produk asap kering yang diperoleh hingga tahap pengolahan ini disebut : ARA-BUSHI.

8.        Pengeringan Matahari Tahap Pertama
        Fillet asap kering yang diperoleh dari tahap pengolahan di atas, kemudian diatur di atas para-para dan selanjutnya dikeringkan dipanas matahari. Untuk fillet bagian punggung pengeringan hams dilakukan sampai mencapai 60% derajat pengeringan dan untuk fillet bagian perut harus dikeringkan sampai mencapai tingkat 40% derajat pengeringan. Dalam pengeringan ini pengaruh cahaya matahari yang kuat harus dihindari.

9.        Penyerutan/Pembentukan Produk
        Fillet yang telah dikeringkan selanjutnya dimasukkan kedalam peti kayu 3 - 4 hari agar supaya teksturnya menjadi agak lembek kembali. Setelah itu seluruh permukaan fillet diserut/diratakan dengan pisau serut yang khusus sehingga diperoleh bentuk produk yang baik dan rapi serta halus permukaannya. Pekerjaan ini membutuhkan ketrampilan serta sangat penting dalam menentukan mutu produk akhir.

10.      Pengeringan Matahari Tahap Kedua
        Fillet yang diperoleh dari pekerjaan di atas kemudian masih dikeringkan lagi 2 - 3 kali untuk lebih menghilangkan sisa-sisa air yang ada. Pekerjaan pengeringan ird dilakukan sama seperti pada pengeringan di atas.

11.       Penjamuran
        Fillet yang telah kering di atas kemudian dimasukkan kedalam peti yang ukurannya disesuailcan dengan jumlah fillet yang akan diisikan. Fillet diatur sejajar dan disusun saling bersilangan sampai keatas dan kemudian ditutup rapat-rapat. Dengan penyusunan dernikian diharapkan sedikit sekali sisa udara yang terdapat. Setelah 7 - 8 hari dalam peti-peti tersebut dan pada suhu 30°C. maka pada seluruh permukaan fillet tersebut akan ditumbuhi jamur. Jamur yang pertama tumbuh ini terutama dari jenis Penicillium sp. Agar supaya seluruh permukaan dari setiap potongan fillet ditumbuhi jamur dengan merata, maka posisi dari susunan fillet di dalam peti harus dirubah-rubah dan proses penyimpanan/penjamuran terus dilanjutkan pada suhu 25 - 35°C dan relative humadity 85 - 90%.
        Setelah seluruh permukaan fillet ditumbuhi jamur (biasanya setelah 4 - 5 hari), kemudian fillet dikeluarkan dari peti. dijemur selama 1 jam. yaitu mula-mula di tempat yang rindang kemudian dipindahkan ketempat yang langsung kena sinar matahari.
        Selanjutnya jamur dipisahkan dari fillet dengan cara disikat, kemudian ditempatkan di dalam peti-peti kayu yang lain untuk penjemuran tahap kedua. Pada penjamuran tahap kedua jamur akan tumbuh setelah 12 - 13 hari. Proses penjamuran yang sama seperti di atas tersebut harus diulangi lagi 3 hingga 5 kali. Sesuai dengan ulangan proses penjamuran tersebut, maka warna jamur akan berubah dari hijau kebiruan, kehijauan keabu-abuan sampai abu-abu. Produk yang telah dijamuri atau ditumbuhi jamur seperti ini disebut HONKARE-KABI. Apabila fillet ditumbuhi jamur pengotor, fillet-fillet harus disterilisasikan dengan pengeringan di panas matahari atau sedikit pemanggangan. Sebaliknya apabila fillet-fillet tidak ditumbuhi jamur maka terhadap fillet tersebut dapat ditransplarasikaniditanamkan jenis-jenis jamur tertentu yang dianggap baik. Inokulasi ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan air steril yang mengandung spora-spora jamur tertentu.
        Tujuan dari proses penjamuran ini adalah untuk menimbulkan citarasa yang baik dari ikan kayu dari hasil penguraian protein dan lemak oleh enzim jamur.
        Di samping itu jamur juga berfungsi mengontrol kandungan air dan lemak yang ada dalam produk ikan kayu. Jenis jenis jamur utama yang paling baik digunakan dalam proses penjamuran ikan kayu adalah :
        1. A spengillus glaucus
        2. A spergillus glaucus variety minimus.
        3. A spegillus gymnodardae.
        4. A spengillus melleus.
        5. Penicillium glancum.

12.      Penyimpanan
        Selama penyimpanan. ikan kayu biasanya mudah terangsang oleh serangga, dimana serangga tersebut masuk kedalam massa ikan kayu dan kemudian membuat lubang. Kerusakan ini dapat berkembang lebih cepat apabila ikan kayu tersebut disimpan pada suhu kamar. Oleh karena itu perhatian yang serius sangat diperlukan selama penyimpanan tersebut. Untuk menghindari kerusakan tersebut maka sebaiknya ikan kayu selama penyimpanan harus sering dijemur panas matahari atau disimpan pada suhu dingin 0°C.

Tentang Mantan Kekasihku, Sang Agustus

Sabtu, 9 Juni 2012 pernah menjadi malam terindah sekaligus mengharukan bagiku. Malam kenangan yang mengharuskanku melepaskan kepergian seseorang yang kusayang pada keesokan harinya. Malam yang kini tidak lagi ku kenang. Malam yang sudah hampir kulupakan.

Setelah malam itu, masih ada malam-malam dimana aku masih merindukannya, masih mengharapkan kehadirannya, serta membutuhkan pundak dan jemarinya untuk menahan kesedihan dan menghapus air mataku. Kini semuanya telah musnah. Aku telah gagal menjalani kisah cinta dalam jarak yang terpisah. Mataku terlalu lemah untuk melihat seseorang yang lebih dari dirinya. Hatiku terlalu mudah untuk berpaling ke lain hati yang belum tentu menyayangiku sebesar dia menyayangiku.

Setelah sabtu, 9 Juni 2012 itu, tak ada lagi pertemuan-pertemuan istimewa antara dia dan aku yang sering kami adakan. Kata-katanya memang masih sering membanjiri hari-hariku, namun wajahnya tak pernah lagi menghiasi pandanganku. Mungkin karena itu, hingga aku dengan mudahnya melepaskan ikatan yang sudah mengikat kami sejak 26 Agustus 2010. Semua ini akibat dari keegoisanku, dari ketidakdewasaanku menghadapi semuanya. Semua itu mungkin telah menyakitinya. Semua ini yang menyebabkan hatinya hancur berkeping-keping.

Juli 2012 bahkan tak bisa menyelamatkannya dari kejahatanku. Hatiku tak bisa luluh meski Tuhan telah menunjukkan padaku betapa Dia telah menyatukan hatiku dan hatinya. Dalam jarak yang sejauh ini, dia bahkan bisa merasakan hatiku yang mulai berpaling. Meski saat itu aku tak benar-benar berpaling. Dia gelisah ketika aku terlalu sibuk dengan yang lain dan mengabaikannya. Aku memang sering mengabaikannya, namun pengabaianku yang sudah-sudah ternyata tak pernah membuatnya segelisah ini.

Oktober 2012, dia dan aku telah jauh, sangat jauh. Dia sendiri, aku pun telah sendiri. Inilah jalan yang kupilih. Benar-benar memutuskan ikatan yang sudah lama mengikat kami berdua. Ketika semua itu terjadi, aku benar-benar dihantui oleh rasa sakit yang pernah diberikannya padaku sepanjang tahun-tahun kita bersama. Rasa sakit yang tiada henti membuatku tenggelam dalam kebencian yang memberiku semangat untuk melepaskannya.

Hingga Desember 2012, dia masih bertahan tanpa penggantiku. Semati itukah perasaannya setelah ku hancurkan ? Apa benar-benar hancur ? Sedangkan aku telah menemukan penggantinya. Entah nantinya aku bahagia bersamanya atau tidak, tapi apakah dia akan terus seperti itu ? Aku turut bersedih mendengarnya, tapi aku tak bisa kembali padanya. Loyalitasku terlalu tinggi, membuatku harus mengabaikannya.

Hingga 2013, dia masih saja sendiri. Aku masih setia dengan penggantinya yang kumiliki sejak akhir 2012. Penggantinya yang sempat kehadirannya sangat sering ku pertanyakan. Ada sesuatu yang pernah terjadi di antara kami. Tapi semua itu tak meruntuhkan rasa setiaku pada penggantinya itu. Aku sangat setia pada penggantinya. Aku harus belajar memperbaiki kesalahanku yang dulu. Jika dulu aku pernah lemah mempertahankan hubungan bersamanya karena keegoisan serta ketidakdewasaanku, maka inilah saatnya aku harus belajar untuk tidak egois dan dewasa dalam menghadapi semuanya pada hubunganku bersama penggantinya itu.

Aku tidak tahu apakah dia benar-benar masih sendiri atau tidak. Yang jelas, Tuhan tidak mungkin membiarkan dia sendirian mengharapkan aku yang takkan mungkin kembali. Entah semua itu benar atau tidak, yang jelas dia pasti punya seseorang yang tak pernah dia sadari kehadiran seseorang itu. Dia harus bahagia, seperti aku yang kini bahagia bersama panggantinya.

Rabu, 05 Juni 2013

Untukmu Sang Pangeran


Seseorang yang ku sayang,
Sampai kapan kau membuatku berada dalam pengabaian 
seperti ini ?
Aku juga ingin seperti teman-temanku,
Menikmati kehadiran pasangan mereka setiap hari.
Sebelumnya, aku berpikir nantinya aku bisa kuat menghadapi
lelaki sepertimu.
Tapi kini aku hampir letih, kau berbeda, sayang.
Aku memang pernah disakiti,
Memang pernah diabaikan.
Tapi bukan seperti ini.
Kau membuatku tak berarti.
Aku seakan mati dalam bayanganmu.
Adakah malam-malam dimana kau merindukanku,
Sama seperti aku merindukanmu ?
Sulit rasanya bagiku untuk menembus hatimu.
Aku ingin tahu, sudahkah kau menyayangiku sekarang ?
Jangan membuatku hidup dengan sejuta tanda tanya 
seperti ini.
Aku juga ingin bahagia karena cinta darimu.

Senin, 03 Juni 2013

Contoh dari Syarat-syarat polutan

Contoh dari syarat-syarat polutan.
1.          Jumlahnya melebihi batas normal
1.   Keberadaan detergen dalam jumlah yang berlebih dalam suatu perairan akan membunuh banyak makhluk hidup di sekitarnya, terutama makhluk hidup berinsang, karena kemampuannya menurunkan tegangan permukaan dapat mengurangi kemampuan difusi oksigen di dalam insang.
2.   Amonia (NH3) bebas. Jumlah amonia bebas maksimum yang diperbolehkan 0,05 mg/L sebagai NH3. Jika kandungannya dalam air melebihi 0,05 mg/L menyebabkan iritasi pada mata, mudah terbakar, dan menimbulkan bau yang menusuk hidung (tidk sedap)
3.   Karbon dioksida (CO2) dengan kadar 0,033 % di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033 % dapat memberikan efek merusak.

2.            2.      Berada pada waktu yang tidak tepat
1.    Panas matahari yang berlebihan (antara jam 10.00 hingga jam 14.00) dapat menyebabkan resiko terkena kanker kulit, penuaan dini pada kulit, timbulnya flek hitam dan perubahan warna kulit menjadi gelap, dan kerusakan pada kornea mata.
2.   Minum teh setelah makan dapat mengencerkan getah lambung, akibatnya mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung tanin (asam tanat), jika minum teh sehabis makan, akan membuat protein yang belum sempat dicerna lambung menyatu dengan asam tanat dan membentuk sedimen yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi serapan protein.
3.  Kafein yang dikonsumsi pada masa menyusui tidak akan terbuang secara sempurna, melainkan akan tersisa pada ASI yang dihasilkan. ASI yang tertelan oleh bayi sudah mengandung kafein yang menyebabkan bayi rewel dan sulit tidur, dikarenakan mereka belum dapat mengeluarkan kafein dari dalam tubuh sebaik orang dewasa.
4.  Hydroquinone yang terkandung pada produk pemutih kulit bila digunakan pada masa kehamilan dan menyusui akan berpengaruh terhadap enzim yang memproduksi melanin dalam tubuh. Bagi perempuan hamil, ini akan menyebabkan terhalangnya proses alami pembentukan kulit yang sehat untuk calon bayi.
3.          Berada pada tempat yang tidak tepat
1.  Sampah organik yang dibuang ke perairan mengalami pembusukan oleh bakteri dan menyebabkan kadar oksigen dalam air berkurang. Akibatnya, dapat mengganggu aktivitas organisme air.
2.    Penggunaan pupuk urea di daerah pertanian dapat menyebabkan pencemaran air

3.  Apabila sungai dibunakan oleh masyarakat untuk mandi, mencuci pakaian, atau untuk memasak, maka pencemaran yang ditimbulkan akan sangat berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat bakteri dan virus.

Rabu, 15 Mei 2013

Beasiswa DataPrint

Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan dirimu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan hadiah total ratusan jutaan rupiah.
Tapi jangan lupa, beli terus DataPrint dan dapatkan kupon di dalamnya. Kalau sudah temukan kode di dalamnya jangan lupa daftar ya di www.beasiswadataprint.com atau
klik di sini

DataPrint selalu di depan

Sabtu, 11 Mei 2013

Yerusalem, The Kingdom Of Heaven

Saya jadi tertarik mengenai Yerusalem, setelah menonton film yang berjudul Kingdom Of Heaven dimana di dalam film tersebut menceritakan tentang Perang Salib pada abad ke-12, tentang seorang pandai besi dari desa di Perancis yang pergi ke kota Yerusalem untuk mencari pengampunan Tuhan, yang kemudian ikut berperan dalam melawan seorang pemimpin besar Islam, Saladin (Namanya Shalahuddin Al-Ayyubi) dan pasukannya yang hendak merebut kota itu dari pihak Kristiani. Pada akhirnya salah satu bagian dinding Yerusalem berhasil dirubuhkan, tapi pasukan Balian dengan gigih bisa menahan kekuatan Saladin. Keesokan harinya, Saladin mengajak Balian berunding, dan akhirnya Balian pun setuju menyerahkan Yerusalem kepada Saladin setelah Saladin mengajukan syarat jaminan keselamatan para umat Kristen untuk mengungsi ke negeri umat Kristen.
Menurut sejarah, nama Yerusalem berasal dari pemberian nama oleh Bangsa Kanaan yang datang dari Tenggara pada tahun 2500 SM seperti nama Dewa Bangsa Kanaan. Hingga kini, Yerussalem adalah kota yang sangat tua. Usianya diperkirakan melampaui 50.000 tahun. 
Yerusalem hingga saat ini, menjadi rebutan berbagai bangsa. Mulai Bangsa Babilonia hingga Bangsa Romawi, mulai Bangsa Arab hingga Bangsa Israel. Pada tahun 1950, kota ini menjadi Ibukota Israel. Setelah ratusan tahun dikuasai oleh bangsa-bangsa Muslim, tahun 1967, setelah perang Enam Hari, bagian Barat dan Timur Yerusalem seluruhnya dikuasai oleh Israel. Sejak itulah, tempat para nabi dilahirkan tersebut, seolah berkawan akrab dengan darah dan pertikaian. Tak jarang bom bunuh diri pejuang Palestina dan bombardemen tentara Israel meluluhlantahkan sebagian situs sejarah yang ada di sana. Belum lagi puluhan ribu orang yang menjadi korban.
Soal korban manusia, bagi Yerusalem itu seolah menjadi kutukan sejarah. Pada awal pendiriannya, kota itu sudah mengorbankan ribuan nyawa Yahudi yang dibantai oleh balai tentara Raja Nebucadnezar dari Babilonia.
Bahkan, pada masa Perang Salib 1096, seorang ksatria Salib bernama Raymond dari Aguiles melukiskan genangan darah, dari sekitar 75.000 orang Arab Muslim dan Yahudi, yang membanjiri sudut-sudut kota.
Karena tiap zaman selalu mengalami pergantian kekuasaan, tak aneh jika Yerusalem memiliki ciri khas sisi keanekaragaman budaya dan agama. Itu membuat Karen Armstrong menyebut kota itu sebagai "Satu Kota Tiga Iman": Islam, Kristen dan Yahudi.
Saat melakukan perundingan dengan Richard Si Hati Singa, Saladin menolak klaim raja Inggris itu, bahwa Yerusalem adalah semata-mata milik orang Kristen.
"Yerusalem adalah milik kami, seperti juga milik kalian...," (kata Saladin)
Memang, dalam kenyataannya, kini Yerusalem menjadi kota 3 agama. Dalam satu waktu, di sana Anda akan mendengar lantunan adzan dari masjid, bersanding dengan bunyi lonceng gereja, dan alunan kidung-kidung Ibrani dari sinagog.
Di sana pula terdapat Masjidil Aqsa, Masjid Umar, Via Dolorosa dan Tembok Ratapan. Dari tempat-tempat itu, nama Tuhan yang satu dikumandangkan dalam berbagai dialek bahasa. Sayangnya, hingga kini bayangan surga hanya sedikit nampak di Yerusalem. Selebihnya, yang ada hanyalah neraka pertikaian nan panjang. Dan berkarat. 
Yerusalem adalah kota suci 3 agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. Bagi umat Kristiani, Kota Yerusalem dianggap suci dan penting karena di sanalah Yesus wafat dan dibangkitkan kembali hingga munculnya iman Kristen. Bagi umat Yahudi, adanya Kerajaan Yehuda yang didirikan oleh Raja Daud dan Kuil Sulaiman (Solomon Temple) yang dulunya merupakan kuil Yahudi terbesar dan termegah bagi umat Yahudi. Dan bagi umat Muslim, di Yerusalem lah berdirinya Masjidil Aqsa yaitu Masjid yang menjadi tempat terjadinya peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.