Hargailah Cinta dan Kasih Sayang, karena Keduanya Selalu Menyertai Kehidupan Kita

Rabu, 05 Juni 2013

Untukmu Sang Pangeran


Seseorang yang ku sayang,
Sampai kapan kau membuatku berada dalam pengabaian 
seperti ini ?
Aku juga ingin seperti teman-temanku,
Menikmati kehadiran pasangan mereka setiap hari.
Sebelumnya, aku berpikir nantinya aku bisa kuat menghadapi
lelaki sepertimu.
Tapi kini aku hampir letih, kau berbeda, sayang.
Aku memang pernah disakiti,
Memang pernah diabaikan.
Tapi bukan seperti ini.
Kau membuatku tak berarti.
Aku seakan mati dalam bayanganmu.
Adakah malam-malam dimana kau merindukanku,
Sama seperti aku merindukanmu ?
Sulit rasanya bagiku untuk menembus hatimu.
Aku ingin tahu, sudahkah kau menyayangiku sekarang ?
Jangan membuatku hidup dengan sejuta tanda tanya 
seperti ini.
Aku juga ingin bahagia karena cinta darimu.

Senin, 03 Juni 2013

Contoh dari Syarat-syarat polutan

Contoh dari syarat-syarat polutan.
1.          Jumlahnya melebihi batas normal
1.   Keberadaan detergen dalam jumlah yang berlebih dalam suatu perairan akan membunuh banyak makhluk hidup di sekitarnya, terutama makhluk hidup berinsang, karena kemampuannya menurunkan tegangan permukaan dapat mengurangi kemampuan difusi oksigen di dalam insang.
2.   Amonia (NH3) bebas. Jumlah amonia bebas maksimum yang diperbolehkan 0,05 mg/L sebagai NH3. Jika kandungannya dalam air melebihi 0,05 mg/L menyebabkan iritasi pada mata, mudah terbakar, dan menimbulkan bau yang menusuk hidung (tidk sedap)
3.   Karbon dioksida (CO2) dengan kadar 0,033 % di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033 % dapat memberikan efek merusak.

2.            2.      Berada pada waktu yang tidak tepat
1.    Panas matahari yang berlebihan (antara jam 10.00 hingga jam 14.00) dapat menyebabkan resiko terkena kanker kulit, penuaan dini pada kulit, timbulnya flek hitam dan perubahan warna kulit menjadi gelap, dan kerusakan pada kornea mata.
2.   Minum teh setelah makan dapat mengencerkan getah lambung, akibatnya mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung tanin (asam tanat), jika minum teh sehabis makan, akan membuat protein yang belum sempat dicerna lambung menyatu dengan asam tanat dan membentuk sedimen yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi serapan protein.
3.  Kafein yang dikonsumsi pada masa menyusui tidak akan terbuang secara sempurna, melainkan akan tersisa pada ASI yang dihasilkan. ASI yang tertelan oleh bayi sudah mengandung kafein yang menyebabkan bayi rewel dan sulit tidur, dikarenakan mereka belum dapat mengeluarkan kafein dari dalam tubuh sebaik orang dewasa.
4.  Hydroquinone yang terkandung pada produk pemutih kulit bila digunakan pada masa kehamilan dan menyusui akan berpengaruh terhadap enzim yang memproduksi melanin dalam tubuh. Bagi perempuan hamil, ini akan menyebabkan terhalangnya proses alami pembentukan kulit yang sehat untuk calon bayi.
3.          Berada pada tempat yang tidak tepat
1.  Sampah organik yang dibuang ke perairan mengalami pembusukan oleh bakteri dan menyebabkan kadar oksigen dalam air berkurang. Akibatnya, dapat mengganggu aktivitas organisme air.
2.    Penggunaan pupuk urea di daerah pertanian dapat menyebabkan pencemaran air

3.  Apabila sungai dibunakan oleh masyarakat untuk mandi, mencuci pakaian, atau untuk memasak, maka pencemaran yang ditimbulkan akan sangat berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat bakteri dan virus.

Rabu, 15 Mei 2013

Beasiswa DataPrint

Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan dirimu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan hadiah total ratusan jutaan rupiah.
Tapi jangan lupa, beli terus DataPrint dan dapatkan kupon di dalamnya. Kalau sudah temukan kode di dalamnya jangan lupa daftar ya di www.beasiswadataprint.com atau
klik di sini

DataPrint selalu di depan

Sabtu, 11 Mei 2013

Yerusalem, The Kingdom Of Heaven

Saya jadi tertarik mengenai Yerusalem, setelah menonton film yang berjudul Kingdom Of Heaven dimana di dalam film tersebut menceritakan tentang Perang Salib pada abad ke-12, tentang seorang pandai besi dari desa di Perancis yang pergi ke kota Yerusalem untuk mencari pengampunan Tuhan, yang kemudian ikut berperan dalam melawan seorang pemimpin besar Islam, Saladin (Namanya Shalahuddin Al-Ayyubi) dan pasukannya yang hendak merebut kota itu dari pihak Kristiani. Pada akhirnya salah satu bagian dinding Yerusalem berhasil dirubuhkan, tapi pasukan Balian dengan gigih bisa menahan kekuatan Saladin. Keesokan harinya, Saladin mengajak Balian berunding, dan akhirnya Balian pun setuju menyerahkan Yerusalem kepada Saladin setelah Saladin mengajukan syarat jaminan keselamatan para umat Kristen untuk mengungsi ke negeri umat Kristen.
Menurut sejarah, nama Yerusalem berasal dari pemberian nama oleh Bangsa Kanaan yang datang dari Tenggara pada tahun 2500 SM seperti nama Dewa Bangsa Kanaan. Hingga kini, Yerussalem adalah kota yang sangat tua. Usianya diperkirakan melampaui 50.000 tahun. 
Yerusalem hingga saat ini, menjadi rebutan berbagai bangsa. Mulai Bangsa Babilonia hingga Bangsa Romawi, mulai Bangsa Arab hingga Bangsa Israel. Pada tahun 1950, kota ini menjadi Ibukota Israel. Setelah ratusan tahun dikuasai oleh bangsa-bangsa Muslim, tahun 1967, setelah perang Enam Hari, bagian Barat dan Timur Yerusalem seluruhnya dikuasai oleh Israel. Sejak itulah, tempat para nabi dilahirkan tersebut, seolah berkawan akrab dengan darah dan pertikaian. Tak jarang bom bunuh diri pejuang Palestina dan bombardemen tentara Israel meluluhlantahkan sebagian situs sejarah yang ada di sana. Belum lagi puluhan ribu orang yang menjadi korban.
Soal korban manusia, bagi Yerusalem itu seolah menjadi kutukan sejarah. Pada awal pendiriannya, kota itu sudah mengorbankan ribuan nyawa Yahudi yang dibantai oleh balai tentara Raja Nebucadnezar dari Babilonia.
Bahkan, pada masa Perang Salib 1096, seorang ksatria Salib bernama Raymond dari Aguiles melukiskan genangan darah, dari sekitar 75.000 orang Arab Muslim dan Yahudi, yang membanjiri sudut-sudut kota.
Karena tiap zaman selalu mengalami pergantian kekuasaan, tak aneh jika Yerusalem memiliki ciri khas sisi keanekaragaman budaya dan agama. Itu membuat Karen Armstrong menyebut kota itu sebagai "Satu Kota Tiga Iman": Islam, Kristen dan Yahudi.
Saat melakukan perundingan dengan Richard Si Hati Singa, Saladin menolak klaim raja Inggris itu, bahwa Yerusalem adalah semata-mata milik orang Kristen.
"Yerusalem adalah milik kami, seperti juga milik kalian...," (kata Saladin)
Memang, dalam kenyataannya, kini Yerusalem menjadi kota 3 agama. Dalam satu waktu, di sana Anda akan mendengar lantunan adzan dari masjid, bersanding dengan bunyi lonceng gereja, dan alunan kidung-kidung Ibrani dari sinagog.
Di sana pula terdapat Masjidil Aqsa, Masjid Umar, Via Dolorosa dan Tembok Ratapan. Dari tempat-tempat itu, nama Tuhan yang satu dikumandangkan dalam berbagai dialek bahasa. Sayangnya, hingga kini bayangan surga hanya sedikit nampak di Yerusalem. Selebihnya, yang ada hanyalah neraka pertikaian nan panjang. Dan berkarat. 
Yerusalem adalah kota suci 3 agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. Bagi umat Kristiani, Kota Yerusalem dianggap suci dan penting karena di sanalah Yesus wafat dan dibangkitkan kembali hingga munculnya iman Kristen. Bagi umat Yahudi, adanya Kerajaan Yehuda yang didirikan oleh Raja Daud dan Kuil Sulaiman (Solomon Temple) yang dulunya merupakan kuil Yahudi terbesar dan termegah bagi umat Yahudi. Dan bagi umat Muslim, di Yerusalem lah berdirinya Masjidil Aqsa yaitu Masjid yang menjadi tempat terjadinya peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Kamis, 02 Mei 2013

Sulitmu Mencintaiku


Aku kembali menjalani hari-hari tanpa ada cinta yang menghiasi. Dia tak pernah berubah. Seorang laki-laki yang dulu datang dan meminta hatiku ternyata tak mempedulikanku setelah hatiku kuberikan padanya. Dia telah jauh, maka biarkan aku membuatnya semakin jauh. Karena dia sendiri sudah hilang kabar dan tak pernah muncul lagi dalam hari-hariku. Sebenarnya apa salahku ? Aku tak pernah meminta agar dia datang menemuiku dan meminta hatiku. Dia sendirilah yang datang kemudian berbicara kata-kata indah di depanku, membuatku tertarik sehingga dia bisa memilikiku. Tapi setelah itu, dia tinggalkan diriku sendiri tanpa apa-apa.

Tuhan, aku yakin Kau pun tahu akan hal ini, Tuhan. Bahkan lebih tahu dari aku. Aku hanya ingin dia yang nanti menjadi pendampingku kelak. Tapi mengapa, sekarang dia hilang bagai ditelan bumi dari kehidupanku. Apa salahku Tuhan ? Dia sudah memberi alasan tentang kepergiannya dari hari-hariku. Alasan yang semula kuyakini. Tapi setelah aku tahu dia punya yang lain, alasan itu terhapus dari keyakinanku. Mengapa Kau biarkan ini Tuhan? Kau biarkan aku tersakiti atas apa yang kupercayai. Sakit, Tuhan. Sakit, mengetahui cinta kita dikhianati. 

Apa itu cinta, Tuhan ?. Ajari aku cara mencintai lebih dari satu orang agar aku tidak hanya tefokus atas perasaanku untuknya. Bukankah Kaulah Yang Maha Penyayang yang selalu menyayangi umatMu yang begitu banyak.

Rabu, 01 Mei 2013

SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Buat adik-adik, kakak-kakak, dan teman-teman yang mau mengikuti tes SNMPTN jalur ujian tertulis, sekarang SNMPTN jalur ujian tertulis sudah digantikan dengan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Prosedurnya pendaftarannya mirip kok sama pendaftaran SNMPTN. Atau lihat lebih lengkapnya di situs resmi SBMPTN. Nih :

Selasa, 05 Februari 2013

Masih ada orang lain yang peduli kepadaku

      Suatu malam, seorang temanku mengajakku jalan-jalan. Tiba-tiba dia berhenti di depan tempat permainan bilyard. Dia turun dari sepeda motor yang dinaiki kami berdua, kemudian merayu seorang om-om. “Hay om”. Lelaki berbadan besar dan tinggi itu kemudian tersenyum padanya.
“Om, belum makan nih” kata Lisa, temanku
“sini, sini” kata lelaki itu dengan melambaikan tangannya.
Lisa pergi mendekati lelaki itu.
“Rin, tunggu ya” katanya padaku
       Di sana, yang ku lihat mereka berbisik-bisik entah apa yang mereka bincangkan dalam setiap bisikan mereka. Dada Lisa semakin ia dekatkan ke dada lelaki itu. Kedua tangan lelaki itu kemudian memeluk pinggul Lisa. Dalam hati aku berkata, “Apa yang dia lakukan?”. Sungguh, saat ini, walaupun aku terlihat bergaul dengan orang-orang seperti Lisa, tapi aku enggan melakukan hal seperti itu. Mungkin ibu akan membunuhku jika dia masih hidup jika tahu anak gadisnya seperti itu. Lisa menjinjit dan mencium lelaki itu. Mataku terus melototi mereka berdua. Lelaki itu lalu mencium kedua pipi Lisa, dahinya, lehernya, hingga bibirnya. Tangan lelaki itu dilepaskan dari pinggul Lisa. Mereka berdua menjauh 5 cm. Lelaki itu mengeluarkan dompet dari saku celananya bagian belakang. Di tariknya beberapa lembar uang 100.000 dan kemudian diberikan kepada Lisa.
“Thank’s om” kata Lisa dengan menepuk-nepukkan uang-uang itu ke mulut lelaki itu.
Lisa berjalan dengan senyum lebar ke arahku. Dia langsung mengajakku ke restaurant. Sepanjang perjalanan ke restaurant, aku terus memikirkan hal yang tadi dilakukan Lisa. Segampang itukah dia memperoleh uang ? Hanya dengan merayu laki-laki yang tidak tahu entah suami orang atau bukan, duda atau bukan, dia bisa diberikan uang sebanyak itu.
“Hey, Rin. kamu di belakang kenapa diam ? Kesambet baru tahu rasa loe” kata Lisa
“Nggak Lis. Emmm. . . .ngomong-ngomong tadi itu kamu ngapain?”
“Biasa, jual diri kelas bawah. Lo kan tau gue bispak. Ya gitu, kerja gue. Lumayan kan. Bisa dapat uang banyak tanpa kerja keras sedikit pun.” Jawab Lisa
“Oh gitu”
“emang kenapa ? kamu mau juga ya Rin?” tanya Lisa yang langsung membuatku kaget.
Aku tak menjawab apa-apa, sedangkan Lisa menertawaiku terbahak-terbahak. Aku terdiam sampai kami tiba di restoran yang kami tuju.
***
     Aku sedang jalan-jalan bersama teman-temanku. Ya, teman-teman baikku yang datang dari kalangan anak-anak yang rusak pergaulannya. Kami pergi ke puncak. Di sana, kami duduk bersama-sama. Bercanda, bergurau dan tertawa bersama-sama. Kami merokok dan mencicipi sedikit minuman keras. Di antara kami, ternyata ada yang minum berlebihan, namanya Arai. Dia mabuk berat hingga tak terkendalikan. Tanpa kusadari, sejak dia belum mabuk hingga mabuk seberat itu, dia terus menatapku. Entah apa yang dia pikirkan tentang diriku hingga bisa menatapku sampai-sampai tak sadar bahwa dia telah minum terlalu banyak. Tiba-tiba dia berdiri dan berjalan padaku.
“Hey, Rina. Stop. Lepaskan barang itu dari mulut kamu”
Semua anak-anak bingung dan menatapnya dengan heran.
“Loh, kenapa?” tanyaku bingung
“aku nggak suka, stop” bentaknya
Aku berdiri dan memasang wajah menantang padanya.
“Eh, kamu kenapa sih ? Stres kamu. aku yang merokok kok kamu yang sewot? Apa hak kamu?”
Dia berbalik badan, kemudian berbalik lagi kepadaku.
“kamu tanya kenapa? Haa? Kenapa?” Dia bertanya semakin keras.
Aku pura-pura cuek dan berjalan menjauh kemudian lanjut menghisap rokokku. Tanpa sadar, dia berlari ke arahku dan kemudian melepaskan rokok yang sedang ku hisap dari mulutku. Dia langsung memelukku dengan erat.
“Rin, cewek-cewek lain boleh merokok. Tapi kamu, aku nggak mau kamu sama kayak yang lain. Kamu nggak pantas temenan sama kita. Kamu ini cewek baik-baik. Apa yang buat kamu kayak gini? Bilang sama aku. Aku nggak bisa ngeliat kamu rusak kayak gini” katanya
Tiba-tiba pikiranku melayang, hatiku tertekuk, aku sampai bingung. Dia bersikap seakan-akan dia memerhatikanku selama ini. Dia seperti menyukaiku. Semua diam. Salah satu dari kami merasa terganggu oleh perlakuan Arai. Dia memutuskan untuk meninggalkan puncak diikuti teman-teman lainnya, begitu pula dengan aku dan Arai.
***
      Hari berganti hari, sikap Arai semakin berubah. Dia semakin berlebihan menghadapiku. Sedikit kesalahanku adalah masalah besar baginya. Hingga aku merasa tak lagi bebas seperti sebelumnya. Semua tindakannya mampu membuka pintu hatiku. Aku tertarik dengan perhatiannya. Perhatian yang sudah lama ku impikkan setelah ibu pergi. Perhatian yang sudah lama tertanam bersama ibu. Kini perhatian itu lahir kembali dalam sosok yang berbeda, dengan cara yang berbeda, hingga aku ikut merasakan sesuatu yang berbeda.
      Suatu malam, Arai mengajakku pergi ke puncak dimana kita bisa melihat pemandangan kota di malam hari yang indah. Kami berdua duduk di tepi jalan raya. Entah dengan status apa, dengan lancangnya dia menyandarkan kepalaku di bahunya, dan memelukku. Jujur saja aku sangat nyaman di dekatnya sehingga ku biarkan diriku larut dalam perlakuan romantisnya. Kami berbincang-bincang sedikit mengenai keadaan kota malam hari itu. Tiba-tiba aku terdiam, dan Arai berbicara.
“Rin, aku boleh nggak nanya sama kamu?”
“Tanya apa”
“Kamu sayang nggak sama aku?” Tanya Arai yang langsung membuatku terdiam dan terpaku.
“Kenapa? Nggak bisa jawab?” Tanya Arai lagi
“Emm . . .emmm” aku bingung harus jawab apa.
“Nggak yaa? Maaf soal ini”
Dia melepaskan tangannya dariku dan langsung berdiri. Dia mengajakku untuk pulang. Timbul rasa penyesalan dari dalam hatiku. Aku menyesal tak menjawab pertanyaannya. Dia telah menyalakan sepeda motornya.
“Tunggu apa lagi? Ayo kita pulang” ajaknya
Aku berbalik dan berjalan menjauh darinya. Dia terheran, dan tak lama kemudian mematikan sepeda motornya dan berlari ke arahku. Dia menarik tanganku dan langsung membalikkan badanku mengadapnya.
“Rin, kenapa? Aku tahu kamu pasti mau bilang iya kan?”
Aku masih terdiam dan tak mampu berkata-kata. Sudah banyak hari yang kita lalui bersama. Banyak sekali perhatian yang sudah kunikmati darinya. Saat dia tak ada, hatiku seakan kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku. Semuanya sudah cukup meyakinkanku bahwa aku sudah jatuh cinta padanya. Dan begitu juga dia. Hanya saja, aku belum siap mengatakan semua ini.
“Jawab Rin, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanyanya yang semakin membuatku gemetaran
“Aku. .aku. . .jujur saja akuu. . .” jawabku yang masih tergesa-gesa
“Apa, Rin ? Bilang. Jangan buat aku kayak gini terus ? Aku ingin miliki kamu, Rina.”
Aku masih saja diam dan dia pun menyerah.
“Yaa sudahlah, aku tahu aku nggak pantas buat kamu. Aku salah orang. Maaf udah buat kamu bingung kayak gini. Ayo kita pulang.” Katanya dengan memaksakkan senyumnya.
Dia menarik tanganku. Kami berjalan menuju sepeda motornya. Sambil berjalan, aku terus memikirkan apa yang sudah ku alami bersama Arai malam ini. Masih ada rasa penyesalan yang timbul dari hatiku. Dari tadi, rasa itu terus menghantuiku. Memaksaku untuk mengatakkan “iya”. Tapi aku sendiri tak mampu mengatakannya. Aku berhenti.
“Kenapa” tanya Arai
Dengan memberanikan diriku,
“Arai, sebenarnya aku juga ngerasain apa yang kamu rasain. Aku mau kok jadi pacar kamu”
     Wajah Arai yang sebelumnya terlihat cemberut tiba-tiba berubah ceria, dia langsung memelukku. Sejak malam itu, aku merasa seakan kehidupanku berubah. Semakin indah dengan hadirnya Arai. Dia memperbaiki kehidupanku yang sempat kacau, meski sebenarnya dia adalah lelaki yang punya pergaulan bebas. Tapi, sedikit pun dia tidak membiarkanku tenggelam dalam pergaulan seperti itu kembali.
         Baginya, aku adalah aku. Aku tidak boleh menjadi yang lain. Yang lain berbeda denganku. Karena aku kini hidup tanpa ibu, miskin akan perhatian, bukan berarti aku harus kehilangan arah dalam kehidupanku. Masih banyak jalan yang bisa ku tempuh untuk bisa bahagia. Di dunia ini, bukan hanya ibu yang ingin membuatku bahagia. Masih ada orang lain yang peduli kepadaku, seperti layaknya Arai. Aku harus bisa membuat ibu tersenyum di akhirat sana. Beliau harus bangga karena anak perempuannya sangat hebat karena sudah bisa hidup tanpa seorang ibu.