Aku
kembali menjalani hari-hari tanpa ada cinta yang menghiasi. Dia tak pernah
berubah. Seorang laki-laki yang dulu datang dan meminta hatiku ternyata tak
mempedulikanku setelah hatiku kuberikan padanya. Dia telah jauh, maka
biarkan aku membuatnya semakin jauh. Karena dia sendiri sudah hilang kabar dan
tak pernah muncul lagi dalam hari-hariku. Sebenarnya apa salahku ? Aku tak pernah meminta agar dia datang
menemuiku dan meminta hatiku. Dia sendirilah yang datang kemudian berbicara kata-kata
indah di depanku, membuatku tertarik sehingga dia bisa memilikiku. Tapi setelah
itu, dia tinggalkan diriku sendiri tanpa apa-apa.
Tuhan, aku yakin Kau pun tahu akan
hal ini, Tuhan. Bahkan lebih tahu dari aku. Aku hanya ingin dia yang nanti
menjadi pendampingku kelak. Tapi mengapa, sekarang dia hilang bagai ditelan
bumi dari kehidupanku. Apa salahku Tuhan ? Dia sudah memberi alasan tentang
kepergiannya dari hari-hariku. Alasan yang semula kuyakini. Tapi setelah aku
tahu dia punya yang lain, alasan itu terhapus dari keyakinanku. Mengapa Kau
biarkan ini Tuhan? Kau biarkan aku tersakiti atas apa yang kupercayai. Sakit,
Tuhan. Sakit, mengetahui cinta kita dikhianati.
Apa itu cinta, Tuhan ?. Ajari aku cara
mencintai lebih dari satu orang agar aku tidak hanya tefokus atas perasaanku
untuknya. Bukankah Kaulah Yang Maha Penyayang yang selalu menyayangi umatMu
yang begitu banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar