Untukmu seorang pecinta alam bebas, yang menganggap gunung adalah rumah dan nyawa bagimu, serta udara pegunungan adalah nafasmu.
Di bulan Maret lalu, aku hanya mengenalmu sebagai seorang pendaki berkulit putih, yang sesulit dan seterik apapun sinar mentari dalam kondisi pendakianmu, namun tak sedikit pun mengubah warna kulitmu. Sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu dan mulai mengikuti rutinitasmu juga bergabung dalam kelompokmu.
Sejak bulan April sampai Agustus ini, kita semakin dekat. Kamu yg dulu hanya ku kenal sebagai lelaki berkulit putih kini mulai memancarkan keindahanmu dari dalam. Sikapmu, tutur katamu, semuanya begitu indah.
Ada beberapa wanita yang mendampingimu mendaki setiap hari, termasuk aku. Tapi, sepertinya sulit sekali mendapatkan cintamu. Entah di hati bagian mana kamu menyimpan perasaan istimewa pada seorang wanita. Yang ku lihat, penyatuanmu dengan alam seakan menutup mata dan hatimu untuk melihat wanita dengan cinta. Tahukah kamu ? Bahwa keindahanmu bukan hanya ku puja, tak hanya ku banggakan, tapi juga ingin ku miliki.
Aku tahu wanita-wanita itu juga mengagumimu. Hanya saja, mereka cepat sekali menyerah hanya karena sifatmu yang dingin. Tapi aku akan selalu disampingmu, menemanimu mendaki sampai ke puncak gunung manapun yang kamu suka.
Aku percaya kamu adalah jelmaan dari sekuntum bunga edelweis, bunga keabadiaan. Biarkan aku mempercayai hal itu. Kamu sekarang telah menjadi kekuatanku, semangatmu yang tak mudah layu dan gugur telah mengajariku banyak hal.
Biarkan aku mendampingimu 10 tahun lagi, atau bahkan lebih dari itu. Tetaplah menjadi edelweis yang dikagumi keindahannya namun menjadi sulit untuk dimiliki. Kelak, setelah 10 tahun nanti, ketika musim gugurmu telah tiba dan kamu mulai kehilangan sedikit demi sedikit semangat pendakianmu, dengan segera aku akan menangkapmu dan memberikan ruang baru di dalam hatiku, untukmu. Sejak saat itu nanti, kamu mungkin tak lagi abadi di gunung-gunung itu, tapi kamu pasti akan abadi di dalam hatiku.
Aku percaya kamu adalah jelmaan dari sekuntum bunga edelweis, bunga keabadiaan. Biarkan aku mempercayai hal itu. Kamu sekarang telah menjadi kekuatanku, semangatmu yang tak mudah layu dan gugur telah mengajariku banyak hal.
Biarkan aku mendampingimu 10 tahun lagi, atau bahkan lebih dari itu. Tetaplah menjadi edelweis yang dikagumi keindahannya namun menjadi sulit untuk dimiliki. Kelak, setelah 10 tahun nanti, ketika musim gugurmu telah tiba dan kamu mulai kehilangan sedikit demi sedikit semangat pendakianmu, dengan segera aku akan menangkapmu dan memberikan ruang baru di dalam hatiku, untukmu. Sejak saat itu nanti, kamu mungkin tak lagi abadi di gunung-gunung itu, tapi kamu pasti akan abadi di dalam hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar