Gerak melingkar Beraturan dan Hukum Newton II telah kita pelajari
sebelumnya. Namun, sebelum kita masuk masuk pada Hukum Newton II dalam Gerak
Melingkar Beraturan, ada baiknya kita mengulas kembali kedua materi tersebut
secara singkat sebagai berikut.
A.
Gerak Melingkar Beraturan
Benda
yang bergerak membentuk suatu lingkaran dengan radius r dan laju konstan v
mempunyai percepatan yang arahnya menuju pusat lingkaran dan besarnya adalah :
as = v2/r (1)
Tidaklah
mengejutkan bahwa percepatan ini bergantung pada v dan r. Untuk laju v yang lebih besar, semakin cepat pula
kecepatan berubah arah.
Vektor
percepatan menuju ke arah pusat lingkaran. Tetapi vektor kecepatan selalu
menunjuk ke arah gerak, yang tengensial terhadap lingkaran. Dengan demikian
vektor kecepatan dan percepatan tegak lurus satu sama lain pada setiap titik di
jalurnya untuk gerak melingkar beraturan
Gerak
melingkar sering dideskripsikan dalam frekuensi f sebagai jumlah putaran per
sekon. Periode T dari sebuah benda yang berputar membentuk lingkaran adalah
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 putaran. Periode dan frekuensi
dihubungkan dengan
T
= 1/f
Sebagai contoh, jika sebuah benda
berputar dengan frekuensi 3 putaran/sekon, satu putaran memerlukan waktu 1/3
sekon. Untuk benda yang berputar membentuk lingkaran dengan laju konstan v,
dapat kita tuliskan :
V = 2πr/T
B. Hukum Newton II
Hukum II Newton
menyatakan :
“Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah
gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya.”
Secara matematis
dirumuskan sebagai berikut :
a = ∑F/m atau ∑F = ma
Dengan
a = percepatan benda
(m/s2)
∑F = resultan
gaya (N)
m = Massa benda (kg)
C. Hukum Newton II dalam Gerak Melingkar
Beraturan
Menurut
Hukum Kedua Newton (∑F = ma), sebuah benda
yang mengalami percepatan harus memiliki gaya total yang bekerja padanya. Benda
yang bergerak membentuk lingkaran, seperti sebuah bola di ujung tali, dengan
demikian harus mempunyai gaya yang diberikan padanya untuk mempertahankan
geraknya dalam lingkaran itu. Dengan demikian, diperlukan gaya total untuk
memberinya percepatan sentripetal. Besar gaya yang dibutuhkan dapat dihitung
dengan menggunakan Hukum Newton kedua untuk komponen radial, ∑Fs =mas, dimana as
adalah percepatan sentripetal, as
= v2/r, dan ∑Fs adalah gaya total (atau
netto) dalam arah radial :
D. Contoh Soal
Sebuah bola 0,15 kg di
ujung sebuah tali 1,1 m (massa diabaikan) diputar membentuk lingkaran vertikal.
(a)
Tentukan laju minimum
yang harus dimiliki bola pada puncak lintasannya sehingga bola itu bisa terus
bergerak dalam lingkaran.
(b)
Hitung tegangan tali di
dasar jalur dengan menganggap bola bergerak dengan laju dua kali lipat
Jawab :
(a) Di puncak (titik A), dua gaya bekerja pada bola, mg, beratnya; FTA, gaya
tegangan yang diberikan tali pada titik A. Keduanya bekerja dengan arah ke
bawah, dan jumlah vektornya memberikan percepatan sentripetal as kepada bola. Sekarang kita
pakai hukum Newton kedua, untuk arah vertikal, dengan memilih arah ke bawah
(menuju pusat) positif.
∑Fs = mas
FTA
+ mg = m
Laju minimum akan terjadi
jika FTA = 0 di mana kita
dapatkan
mg = m
vA2/r
Kita selesaikan untuk vA
: vA = √gr
= √ 9,8 m/s2 . 1,1m = 3,28 m/s
Ini adalah laju minimum di puncak lingkaran jika bola harus
meneruskan geraknya dalam lintasan melingkar.
(b) Di bagian bawah lingkaran tali memberikan
tegangan FTB ke atas
sementara gaya gravitasi, mg bekerja ke bawah. Sehingga hukum Newton kedua,
kali ini dengan memilih arah ke atas (menuju pusat) sebagai arah positif,
menghasilkan
FTB – mg = m vB2/r
Laju vB
diketahui dua kali lipat dari hasil yang kita dapatkan di (a), yaitu 6,56 m/s. [Perhatikan bahwa di sini laju berubah karena
gravitasi bekerja pada bola di semua titik di sepanjang lintasan, tetapi
Persamaan (2) tetap berlaku, ∑Fs = mv2/r.] Kita selesaikan untuk FTB
pada persamaan terakhir:
FTB = m vB2/r + mg
= 0,15 kg . 6,562 m/s/1,1
m + 0,15 kg . 9,8 m/s2
= 0,15 kg . 39,12 m/s2
+ 1,47 N
= 7,338 N
= 7,34 N
Perhatikan bahwa kita
tidak bisa dengan mudah menentukan FTB
sama dengan
; yang terakhir ini sama dengan gaya total pada bola dalam arah radial dan
dengan demikian juga melibatkan gravitasi. Jelas bahwa tegangan tali tidak
hanya memberikan percepatan sentripetal, tetapi harus lebih besar dari mas untuk mengimbangi gaya
gravitasi ke bawah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar