Entah mengapa, aku merasa benci dengan takdir. Kadang ia membuatku merasa bahagia dipertemukan bersamamu, tapi kadang ia membuatku kecewa atas perpisahan-perpisahan yang sering melanda kita dan pikiran-pikiran kita yang kadang tak sejalan.
Sama seperti lirik lagu "Aku Tak Biasa", nyata memang dengan apa yang tergambar dalam pikiranku saat ini. Aku ingin bicara padamu, dimana aku bisa menemukan perasaan yang kamu simpan untukku? Aku ingin kamu mengikutiku seperti aku mengikutimu. Aku ingin kamu menangisiku seperti aku menangisimu. Aku juga ingin dicintai olehmu seperti aku mencintaimu.
Andai lorong waktu benar-benar ada, aku hanya ingin melakukan 2 hal. Pertama aku ingin pergi ke masa depan untuk melihat siapa laki-laki yang ditakdirkan bersamaku. Kedua, aku ingin meninggalkanmu dan seluruh perasaanku di masa kini dan kembali ke masa lalu, masa sebelum aku mengenalmu dan aku takkan pernah mencarimu lagi, aku juga tidak mau membuka hatiku kecuali untuk dia yang ditakdirkan bersamaku.
Tapi apalah dayaku, semua itu hanya sebatas anganku saja. Nyatanya lorong waktu tak benar-benar ada. Dan aku hanya bisa meratap dan menanggung semua perasaan ini sendiri sampai nanti aku menemukan pangeranku. Pangeran yang belum pernah kulihat. Pangeran yang belum ku kenal. Pangeran yang akan menggantikan posisimu di hatiku yang kelak akan menjadi teman hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar